Selasa, 19 April 2011

Salah satu output dari mahasiswa: A Lesson Plan made by me


Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Mata Pelajaran            : Bahasa Inggris
Kelas/Semester            : XI/1
Pertemuan ke              :
Alokasi Waktu            : 1 x 45 menit

Standar Kompetensi

Memahami makna teks fungsional pendek dan monolog berbentuk  reports, narrative, dan analytical  exposition dalam konteks  kehidupan sehari-hari.

Kompetensi Dasar

Merespon makna dalam teks monolog yang menggunakan ragam bahasa lisan secara akurat, lancar dan berterima dalam konteks kehidupan sehari-hari dalam teks berbentuk: report, narrative, dan analytical exposition.

Indikator

  1. Mengidentifikasi perbedaan lafal dan intonasi yang terdapat dalam teks lisan monolog berbentuk narrative.
  2. Merespon teks lisan monolog berbentuk narrative.
  3. Menyusun kembali kejadian dalam narrative dengan urutan yang tepat.

Tujuan Pembelajaran
  1. Siswa dapat mengidentifikasi perbedaan lafal dan intonasi yang terdapat dalam teks lisan monolog berbentuk narrative.
  2. Siswa dapat merespon teks lisan monolog berbentuk narrative.
  3. Siswa dapat menyusun kembali kejadian dalam narrative dengan urutan yang tepat.

Materi Pokok
Teks lisan monolog berbentuk video narrative berdurasi sekitar 4 menit, berjudul “The Shoemaker and The Elves” dari www.youtube.com.

Metode Pembelajaran/Teknik:
§  Melihat dan mendengarkan video
§  Menjawab pertanyaan
§  Permainan

Langkah-Langkah Kegiatan
1.      Kegiatan Awal (5’)
Siswa menjawab beberapa pertanyaan pembuka dari guru yang berkaitan dengan video narrative yang akan diperlihatkan.
2.      Kegiatan Inti (37’)
§  Siswa menonton video narrative sambil mengecek beberapa kata yang terdapat dalam narrative pada lembar pertanyaan yang disediakan.
§  Siswa merespons isi video narrative dengan menjawab beberapa pertanyaan pada lembar pertanyaan mengenai teks narrative yang baru saja mereka dengarkan.
§  Siswa dikelompokkan menjadi 3 kelompok.
§  Setiap kelompok diminta untuk menyusun gambar dan teks acak menjadi urutan yang benar dalam permainan “Arranging Pictures and Texts” berdasarkan narrative yang telah diperdengarkan.

3.      Kegiatan Akhir (3’)
Siswa mengungkapkan perasaannya terhadap narrative yang telah mereka dengarkan dengan menyatakan suka atau tidak disertai alasannya.

Sumber/Alat/Bahan
  • Video narrative berdurasi sekitar 4 menit, berjudul “The Shoemaker and The Elves” dari www.youtube.com
  • Laptop
  • Proyektor
  • Speaker
  • Lembar pertanyaan
  • Karton
  • Gambar dan Teks

Penilaian
  • Teknik: Tertulis, Permainan (game)
  • Bentuk: Menjawab pertanyaan, Menyusun gambar dan teks

Jumat, 15 April 2011

If.. would.. (Encyclopedia)


If I had to go and live on a desert island and could only take one book with me, the best kind of book to have would be an encyclopedia. I agree with the statement, because it can help providing much information about anything in any field with some explanations about the information. In addition, the information is easily to be understood. It can also be searched easily, because the contain is arranged well alphabetically.

First, it would help me to survive in the island, because I would know some foods provided in the island which is safe to eat. I would know some kinds of plants, leaves, stalks, fruits which are nutritious and not poisonous to eat, so I would not die in starvation there.

Then, the encyclopedia would help me to find a safe and secure place to live temporarily in the island. For example, I would know some places which wild animals do not usually come and places which have good weather. So, I would stay alive and probably wait for help.

Besides that, I would know some information about how to find a way to go home. If I bring a geographical encyclopedia, I would know how to find out the compass rose, so I will know the direction to a better place. Or I would try to make a help by creating symbols or smoke, so probably someone out there would notice and come for help.

Minggu, 02 November 2008

My Impression about My Lovely University

Pertama kali saya masuk UPI yaitu ketika test SNMPTN, kebetulan kebagian di gedung FPTK. Waktu itu saya hanya melihat bagian depan UPI. Megah memang, tetapi kurang bersih tempatnya. Tulisan yang gede ngejeblag di depannya aja kotor.

Kemudian waktu pengumuman SNMPTN, ternyata diterima di UPI, saya harus registrasi ke universitas yang bertengger di Jalan Setiabudhi ini. Ditemani ayah, saya berjalan ke BAAK. Lalu dibawa kakak tingkat Bahasa Inggris ke Partere untuk mengisi-ngisi angket. "Luas juga ini kampus, " pikir saya.

Hari pertama kuliah rasanya ingin sekali segera belajar, ingin tahu bagaimana sih rasanya jadi 'mahasiswa'. Akan tetapi, kesan yang muncul pada saat itu, tak disangka cape, pusing, dan lapar. Cape berangkat dari kosan menanjak, belum sampai di kampus harus naik tangga gara-gara lift mati. Pusing cari ruangan dan belum nemuin temen yang sekelas, muter-muter aja di kampus. Lapar , siang hari lagi puasa..

Walaupun begitu, sesudah lift nyala lagi, ternyata tidak sesulit waktu perdana pergi ke kampus. Sekarang saya senang belajar di gedung FPBS. Tempatnya sejuk, nyaman, tidak bising, dan masih bersih. Walau kadang bete, tidak ada kantinnya.

Saya tahu area UPI ketika MIMOSA. Saya sering berada di Lapangan Berdebu yang emang debu semua. Waktu itu saya masuk ke gimnasium, PKM, dan FPBS. Tak ketinggalan mesjid Al-Furqon yang begitu megahnya. Setelah saya kuliah di sini, saya hampir tahu semua wilayah UPI. Mulai dari FPMIPA, FPIPS, FIP, FPOK, FPBS, FPTK, Upinet, perpustakaan, tempat UKM-UKM, hingga kolam renang yang terpencil.

Keindahan terpancar dari UPI sewaktu saya berada di kosan. Kenapa di kosan? Kalau abis nyuci baju, saya menjemurnya di atas kosan ketinggian 3 lantai, terbuka tempatnya. Saya bisa melihat betapa megah, kokoh, luas, dan agungnya, UPI berdiri di depan mata saya. Apalagi ketika malam tiba, suasana ditemani bintang-bintang, walau gelap, tetapi UPI tetap indah di pandangan saya.

Ternyata Universitas yang satu ini pantas jadi idola. Selain gedungnya luas, tempatnya juga nyaman, aman, dan masih sejuk karena masih ada pepohonan yang setia menjaga kita dari polusi dan efek pemanasan global. Kondusif banget untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Bahagia deh di UPI. Nggak menyesal kuliah disini. Orang-orangnya juga masih tergolong baik-baik..^